Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bahlil ungkap strategi insentif NMC pacu mobil listrik berbasis nikel

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemberian insentif untuk baterai nickel-manganese-cobalt (NMC) menjadi strategi pemerintah mendongkrak pasar mobil listrik berbasis nikel. Kendaraan listrik dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) tidak menjadi prioritas karena Indonesia tidak memiliki bahan baku untuk memproduksinya. Saat ini Indonesia sedang membangun ekosistem baterai kendaraan listrik berbasis nikel atau NMC, sehingga arah pengembangan mobil listrik nasional akan berbasis nikel.

Bahlil menilai baterai nikel lebih unggul dibandingkan LFP untuk jarak tempuh panjang, meskipun harganya lebih mahal. Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah menyiapkan insentif kendaraan listrik untuk 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik pada tahun ini. Untuk motor listrik, insentif yang dianggarkan Rp5 juta per unit. Sementara untuk mobil listrik, insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40-100 persen, khusus kendaraan EV tanpa mencakup hibrida. Besaran insentif akan ditentukan berdasarkan jenis baterai, yaitu nikel dan non-nikel.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, pemberian insentif akan dikaitkan dengan program pengembangan motor dan mobil listrik nasional. Pemerintah masih mengkaji bentuk dan waktu implementasi insentif, dan belum mengumumkan keputusan final.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait