Bahlil Ungkap RI Masih Butuh Impor Minyak 700 Ribu Barel per Hari
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap bahwa Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah sekitar 700 ribu barel per hari. Tingkat lifting minyak nasional saat ini hanya 600 ribu hingga 610 ribu barel per hari, sedangkan tingkat konsumsi minyak mencapai 1,5 juta hingga 1,6 juta barel per hari.
Guna menekan ketimpangan tersebut, pemerintah menerapkan kebijakan mandatori biodiesel B50 yang terdiri dari campuran 50 persen biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis kelapa sawit dengan 50 persen solar fosil. Kebijakan ini diklaim mampu mengonversi dan menekan kebutuhan minyak mentah nasional di kisaran 300 ribu sampai 390 ribu barel, sehingga impor yang dibutuhkan berkurang menjadi sekitar 700 ribu barel per hari. B50 diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 9 Juli setelah melewati pengujian laboratorium sejak awal 2025 dan uji coba pada mesin diesel di berbagai sektor seperti otomotif, angkutan laut, mesin pertanian, alat berat pertambangan, kereta api, hingga pembangkit listrik.
Hasil pengujian menunjukkan kualitas B100 memenuhi spesifikasi dengan kadar air maksimum 300 ppm, kandungan monogliserida maksimum 0,47 persen massa, dan kestabilan oksidasi minimal 900 menit. Bahlil menyatakan ketergantungan Indonesia terhadap impor harus segera ditekan dalam rangka menuju kedaulatan energi nasional.
Bagikan
Berita terkait
Bahlil Sebut Impor Minyak dari Rusia Tahap Pertama Mulai Jalan
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 15.41
Bahlil: yang Sudah Kaya Jangan Mengambil Hak Rakyat
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 07.15
Bahlil Mau Kasih Insentif Pajak untuk Percepat Proyek Geothermal di RI
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 03.00
Bahlil Sebut Harga Minyak Dunia seperti Orang Sakit Malaria: Pagi Turun, Malam Naik
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 21.33