Bahlil Sebut Impor Minyak dari Rusia Tahap Pertama Mulai Jalan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa tahap pertama impor minyak mentah dari Rusia telah dimulai. Namun, ia tidak merinci volume minyak yang telah diimpor. Tahap kedua impor sedang berjalan, dan pemerintah berencana membuat kontrak jangka panjang untuk impor tersebut. Impor dilakukan melalui skema kerja sama antarpemerintah (government to government/G2G), bukan oleh PT Pertamina. Bahlil menekankan bahwa pengadaan ini dilakukan oleh negara, bukan perusahaan, agar tidak terpengaruh oleh negara lain.
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa minyak mentah impor dari Rusia sebanyak 150 juta barel akan digunakan sebagai cadangan energi nasional, bukan langsung diolah menjadi bensin. Kerja sama ini dilakukan melalui Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian ESDM. Yuliot menyatakan bahwa minyak tersebut belum tentu sudah tiba di Indonesia dan timnya masih memverifikasi asal-usul serta jumlahnya.
Impor ini merupakan hasil dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Moskow. Dengan jatah 150 juta barel, Indonesia bertujuan memperkuat cadarannya sebagai bagian dari kebijakan energi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 14.25
RI Proses Impor Minyak Tahap Kedua dari Rusia, Berapa Banyak?
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 15.00
Bahlil Sebut RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang Impor Minyak Rusia
Berita terkait
Turki Pilih Mendekat ke AS Dibandingkan Rusia
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 21.40
201 Drone Ukraina Serbu Moskow, Rusia Bombardir Kyiv
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 18.25
Rusia dan Uni Emirat Arab turut berduka atas gempa NTT
ANTARA News · 16 Agustus 2026 pukul 17.32
600 Drone Ukraina Serang Moskow dalam Semalam, 1 Orang Tewas
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 15.36