Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Bahlil usulkan subsidi listrik naik pada 2027 jadi Rp117,84 triliun

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan subsidi listrik pada RAPBN 2027 sebesar Rp117,84 triliun, naik dari Rp100,83 triliun pada APBN 2026. Usulan ini didasarkan pada asumsi ICP naik menjadi 75 dolar AS per barel, nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp17.500 per dolar AS, dan inflasi 2,5 persen. Bahlil menyampaikan usulan ini dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Senayan, Jakarta. Realisasi subsidi listrik hingga Juni 2026 mencapai Rp46,36 triliun, dengan tagihan Juli sebesar Rp8,12 triliun dan koreksi triwulan I-2026 sebesar Rp1,21 triliun sedang diverifikasi. Untuk mengantisipasi kenaikan harga, Bahlil menyatakan kemungkinan penambahan subsidi jika ICP mencapai 80 dolar AS per barel.

Selain kenaikan subsidi listrik, Bahlil juga mengusulkan peningkatan volume solar bersubsidi dari 18,64 juta kiloliter (kl) pada APBN 2026 menjadi 19 juta kl pada RAPBN 2027. Volume minyak tanah bersubsidi juga diusulkan naik dari 0,53 juta kl menjadi 0,561 juta kl, dengan alasan bahwa masih banyak wilayah seperti Maluku, Papua, dan Sulawesi yang bergantung pada minyak tanah. Bahlil menekankan adilnya peningkatan ini bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Namun, tidak ada usulan penambahan kuota untuk LPG 3 kg yang tetap pada 8 juta metrik ton, dan subsidi harga solar tetap dipertahankan pada Rp1.000 per liter. Bahlil menegaskan bahwa keputusan akhir terkait asumsi harga dan nilai tukar akan didasarkan pada perkembangan terkini.

Berita terkait