Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dolar AS dan ICP Naik, ESDM Ungkap Proyeksi Subsidi Energi 2027

Pemerintah proyeksikan alokasi subsidi energi pada 2027 mencapai Rp 272,9 triliun, naik sebesar Rp 45,6 triliun dibandingkan outlook 2026 sebesar Rp 227,3 triliun. Kenaikan ini didorong oleh dua faktor utama: naiknya asumsi harga minyak mentak Indonesia (ICP) dari US$ 70 menjadi US$ 75 per barel, dan pelemahan nilai tukar rupiah dari Rp 16.500 menjadi Rp 17.500 per dolar AS. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika menjelaskan bahwa besaran subsidi sangat bergantung pada dinamika harga minyak internasional, kuota yang ditetapkan, serta nilai tukar, sehingga proyeksi ini masih akan disetujukan melalui pembahasan dengan Komisi XII dan Badan Anggaran DPR RI pada 31 Agustus 2026.

Dari total proyeksi subsidi energi 2027, pemerintah mengalokasikan Rp 142,8 triliun untuk subsidi jenis BBM tertentu dan LPG Tabung 3 Kg, meningkat 22,2% dari Rp 116,8 triliun pada 2026. Dalam kelompok ini, subsidi LPG Tabung 3 Kg menyumbang kenaikan terbesar, melonjak dari Rp 90,4 triliun menjadi Rp 114,1 triliun. Sementara itu, subsidi listrik diproyeksikan mencapai Rp 130,1 triliun, naik 17,8% dari Rp 110,4 triliun pada tahun sebelumnya. Kementerian ESDM menyampaikan bahwa kenaikan subsidi listrik ini dipengaruhi oleh peningkatan biaya pokok penyediaan listrik, yang sendiri terdampak langsung dari fluktuasi nilai tukar dan harga minyak akibat ketegangan geopolitik global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait