Bandara Soa Bajawa Rusak Akibat Gempa NTT, Kemenhub Prioritas Bangun Terminal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336236/original/041134700_1788148500-1000425398.jpg)
Gempa bumi dengan magnitudo 7,0 dan 6,2 yang terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026, menyebabkan kerusakan pada lima bandar udara, termasuk Bandar Udara Soa Bajawa yang mengalami kerusakan cukup serius pada struktur bangunan terminal, runway, dan fasilitas pendukung operasional penerbangan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) langsung melakukan peninjauan langsung untuk mengidentifikasi kebutuhan pemulihan dan memastikan keselamatan serta kelancaran layanan udar di wilayah terdampak. Direktur Jenderlal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa Bandara Soa Bajawa menjadi prioritas penanganan pascagempa. Selain Soa Bajawa, lima bandara lain yang terdampak adalah Bandar Udara Komodo-Labuan Bajo, Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman-Ende, Bandar Udara Umbu Mehang Kunda-Waingapu, dan Bandar Udara Frans Sales Lega-Ruteng. Dampak gempa juga terlihat pada layanan navigasi penerbangan, dengan retak pada gedung tower dan pengalihan sementara pelayanan ke lokasi yang aman. Kemenhub telah menyiapkan rencana kontingensi untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan di wilayah NTT.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 30 Agustus 2026 pukul 11.30
Kemenhub Percepat Pemulihan 5 Bandara Terdampak Gempa NTT
Berita terkait
Menhub: Logistik di NTT Pascagempa Tetap Lancar meski Jalannya Sempat Terkena Longsoran
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 18.45
Kemenhub Gratiskan Tarif Muatan Barang di Kapal Pelni untuk Bantuan ke NTT
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 16.17
Pengiriman Bantuan ke NTT Gratis Berkat Potongan Tarif dari Kemenhub
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 09.04
Pemerintah Gratiskan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan ke Wilayah Gempa NTT
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 06.15