Bank-bank di Rusia Mulai Krisis Uang Tunai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank-bank Rusia menghadapi krisis likuiditas rubel, dengan penarikan tunai sekitar 2 triliun rubel ($25,2 miliar) sejak awal tahun. Arus keluar ini membatasi kemampuan bank untuk menyerap obligasi pemerintah (OFZ), sehingga mempersulit pemerintah membiayai defisit yang membengkak. Kementerian Keuangan melaporkan defisit federal sebesar 5,7 triliun rubel ($71,8 miliar) pada paruh pertama tahun 2026, didorong oleh pengeluaran pertahanan yang jauh melebihi rencana. Belanja perang diperkirakan akan melampaui anggaran tahun ini sebesar 4–5 triliun rubel ($50,4–63 miliar), sehingga kementerian perlu meminjam tambahan 2–3 triliun rubel ($25,2–37,8 miliar), melebihi target pinjaman domestik tahun 2026 sebesar 4,4 triliun rubel. Setelah harga OFZ jatuh dan imbal hasilnya naik, kementerian menangguhkan lelang obligasi pada bulan Juli, dan bank-bank yang memegang surat utang tersebut mencatat kerugian nilai pasar sekitar 200 miliar rubel ($2,52 miliar).
Bagikan
Berita terkait
DPR Tagih Profil Utang Pemerintah, Purbaya Diberi Tenggat 10 Hari
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 14.05
Beasiswa Pelatihan Guru STEM dan AI Dibuka 22-30 September 2026, Ini Syaratnya
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 01.30
Golkar Sebut Keputusan Jokowi Gabung PSI Mudah Ditebak
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 01.00
Jarang Bicara, Sikap Jokowi Soal Kasus Ijazahnya Diungkap PSI: Percaya Gak Percaya, Beliau Sangat...
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 01.00