Bank-bank di Rusia Mulai Krisis Uang Tunai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank-bank Rusia menghadapi krisis likuiditas rubel, dengan penarikan tunai sekitar 2 triliun rubel ($25,2 miliar) sejak awal tahun. Arus keluar ini membatasi kemampuan bank untuk menyerap obligasi pemerintah (OFZ), sehingga mempersulit pemerintah membiayai defisit yang membengkak. Kementerian Keuangan melaporkan defisit federal sebesar 5,7 triliun rubel ($71,8 miliar) pada paruh pertama tahun 2026, didorong oleh pengeluaran pertahanan yang jauh melebihi rencana. Belanja perang diperkirakan akan melampaui anggaran tahun ini sebesar 4–5 triliun rubel ($50,4–63 miliar), sehingga kementerian perlu meminjam tambahan 2–3 triliun rubel ($25,2–37,8 miliar), melebihi target pinjaman domestik tahun 2026 sebesar 4,4 triliun rubel. Setelah harga OFZ jatuh dan imbal hasilnya naik, kementerian menangguhkan lelang obligasi pada bulan Juli, dan bank-bank yang memegang surat utang tersebut mencatat kerugian nilai pasar sekitar 200 miliar rubel ($2,52 miliar).
Bagikan
Berita terkait
Pemerintah siapkan dana siap pakai Rp5 triliun untuk tangani bencana
ANTARA News · 17 Agustus 2026 pukul 14.26
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Galeri24 Tembus Rp 2,687 Juta
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 14.20
Menkeu sebut dana bencana BNPB siap tangani NTT
ANTARA News · 17 Agustus 2026 pukul 14.19
Doa HUT RI 81, Kemenag: Kami Berlindung dari Fitnah, Bencana, dan Perpecahan
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 14.15