Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bank Besar Mau PHK Massal, Ini Biang Keroknya

Standard Chartered, bank berbasis di London, mengumumkan rencana PHK massal lebih dari 7.000 karyawan dalam empat tahun ke depan. Karyawan yang terdampak berasal dari kategori SDM rendah. Alasan utama adalah penggunaan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas. Perusahaan akan memangkas sekitar 15% posisi di divisi korporasi hingga 2030, setara dengan lebih dari 7.000 karyawan. CEO Bill Winters menyatakan ini bukan sekadar penghematan biaya, melainkan penggantian sumber daya manusia bernilai rendah dengan investasi teknologi. Posisi yang paling terdampak berasal dari pusat operasional back-office di Chennai, Bengaluru, Kuala Lumpur, dan Warsawa. AI akan menjadi fasilitator utama dalam transformasi sistem inti perbankan.

Meskipun terjadi PHK besar-besaran, bank menargetkan return on tangible equity (ROTE) di atas 15% pada 2028 dan meningkat menjadi sekitar 18% pada 2030. Bank asal Jepang, Mizuho Financial Group, juga mengumumkan pengurangan hingga 5.000 pekerjaan dalam satu dekade. Tantangan geopolitik, khususnya konflik Timur Tengah, menjadi risiko utama. Standard Chartered telah menyisihkan provisi kehati-hatian sebesar US$190 juta untuk menghadapi risiko tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait