Bank Besar Mau PHK Massal, Ini Biang Keroknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Standard Chartered, bank berbasis di London, mengumumkan rencana PHK massal lebih dari 7.000 karyawan dalam empat tahun ke depan. Karyawan yang terdampak berasal dari kategori SDM rendah. Alasan utama adalah penggunaan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas. Perusahaan akan memangkas sekitar 15% posisi di divisi korporasi hingga 2030, setara dengan lebih dari 7.000 karyawan. CEO Bill Winters menyatakan ini bukan sekadar penghematan biaya, melainkan penggantian sumber daya manusia bernilai rendah dengan investasi teknologi. Posisi yang paling terdampak berasal dari pusat operasional back-office di Chennai, Bengaluru, Kuala Lumpur, dan Warsawa. AI akan menjadi fasilitator utama dalam transformasi sistem inti perbankan.
Meskipun terjadi PHK besar-besaran, bank menargetkan return on tangible equity (ROTE) di atas 15% pada 2028 dan meningkat menjadi sekitar 18% pada 2030. Bank asal Jepang, Mizuho Financial Group, juga mengumumkan pengurangan hingga 5.000 pekerjaan dalam satu dekade. Tantangan geopolitik, khususnya konflik Timur Tengah, menjadi risiko utama. Standard Chartered telah menyisihkan provisi kehati-hatian sebesar US$190 juta untuk menghadapi risiko tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 21.00
Daftar Lengkap Perusahaan Teknologi yang Melakukan PHK
Berita terkait
Dokumen Bocor: Oracle Bakal PHK Karyawan Gara-Gara AI
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 13.20
Ramalan Musk Soal Dolar dan AI jadi Sorotan Tajam, AS Bakal Bangkrut?
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 16.05
Visa PHK 2.600 Karyawan, AI Mulai Ubah Cara Kerja Perusahaan
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 21.00
Alarm Bahaya! Bank-Bank Siaga Hadapi Petaka Besar
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.45