Gagal Digantikan AI, Mantan Pegawai Diminta Kerja Lagi Tapi Turun Gaji
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejumlah perusahaan yang sebelumnya memecat karyawannya untuk digantikan oleh AI kini memilih untuk merekrut kembali mantan pekerja tersebut. Laporan Forrester Research menunjukkan bahwa 55% perusahaan menyesal telah memecat pekerja karena AI, sementara perusahaan memperkirakan bahwa setengah dari PHK yang dilakukan karena AI akan dibatalkan secara diam-diam. Namun, kembali merekrut ini tidak memberikan kondisi yang sama bagi para pekerja, karena upah yang ditawarkan justru lebih rendah dibandingkan sebelumnya.
Tren pengganti AI yang tidak berkelanjutan ini mencerminkan ketidakpastian yang dirasakan banyak pekerja terhadap dampat teknologi. Survei Reuters Ipsos menemukan bahwa 53% warga AS khawatir kehilangan pekerjaan akibat AI, sementara laporan Software Finder menunjukkan 53% pekerja khawatir peran mereka akan menjadi kurang penting. Para ahli menegaskan bahwa banyak perusahaan memiliki rencana adopsi AI, namun kurangnya transparansi terkait dampatnya terhadap karyawan.
Jackie Swanson dari Gartner menyatakan bahwa meskipun setiap organisasi memiliki peta jalan untuk mengadopsi AI, hampir tidak ada yang memiliki rencana jujur mengenai dampaknya pada pekerja, kecepatan implementasi, dan jalur pengembangan di masa depan. Beberapa perusahaan mulai memberikan pelatihan internal atau membiarkan karyawan memilih alat AI yang sesuai, namun langkah-langkah ini masih terbatas dan belum menjadi standar yang konsisten di semua sektor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 10.53
Di Balik Ambisi China Pekerjakan Jutaan Robot di Pabrik
Berita terkait
Bill Gates Cemas, Dunia Belum Siap Hadapi Gelombang PHK Akibat AI
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 15.00
AI Picu Kekhawatiran Karyawan, Ini Strategi Jitu Para Ahli
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 07.00
Rencana Gagal Zuckerberg Ingin Ganti Karyawan Meta dengan AI
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 14.00
Ini Biang Kerok PHK Makan Korban 43 Ribu Orang
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 16.38