Bank Digital Hadapi Tantangan AI: Kejahatan Siber hingga Deepfake
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bank Aladin Syariah Tbk sedang mengembangkan layanan perbankannya menuju model yang lebih berbasis teknologi pintar atau Intelligent Banking, sejalan dengan peningkatan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam sektor perbankan. Menurut Presiden Direksinya, Koko Rachmadi, proses transformasi ini menghadapi berbagai tantangan seperti kejahatan siber (cybercrime), penipuan (fraud), ancaman deepfake, isu privasi data, hingga keterbatasan infrastruktur teknologi dan literasi pengguna. Untuk menghadapi tantangan tersebut, bank telah menerapkan inisiatif seperti integrasi kapabilitas perbankan, AI, dan Fraud Intelligence, termasuk sistem e-KYC berbasis AI dan Fraud Detection System, mulai dari proses pendaftaran hingga transaksi harian nasabah. Bank juga beralih dari pendekatan berbasis produk ke layanan terhubung dalam satu ekosistem melalui Open Banking. Koko menekankan pentingnya kolaborasi erat antara regulator dan industri agar inovasi dan regulasi dapat berkembang seimbang, sambil memastikan keamanan data nasabah dan perlunya kendali pengguna atas data pribadi. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem pembayaran digital yang aman dan mendorong inklusi keuangan yang lebih luas di seluruh Indonesia. Bank tetap optimis akan masa depan perbankan digital, namun waspada terhadap risiko yang ada.
Bagikan
Berita terkait
Kementerian PANRB Gandeng Kampus Perkuat Reformasi Birokrasi lewat AI dan Laboratorium Kebijakan
VOI · 4 September 2026 pukul 12.45
OpenAI Rilis GPT-6 Astra, Apa Saja Kemampuannya?
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 11.12
Stella Li Bos Besar BYD Dinobatkan Jadi Tokoh AI Paling Berpengaruh
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 10.13
Bawaslu bekali jajaran soal AI antisipasi penyalahgunaan pada pemilu
ANTARA News · 4 September 2026 pukul 06.11