Bawaslu bekali jajaran soal AI antisipasi penyalahgunaan pada pemilu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI membekali jajarannya dengan materi AI untuk mengantisipasi penyalahgunaan teknologi pada Pemilu 2029. Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menyatakan kegiatan ini merupakan capacity building untuk mengenali AI, cara kerjanya, serta pemanfaatannya dalam pengawasan pemilu. Dengan semakin luasnya penggunaan AI di masyarakat, risiko kejahatan siber seperti deepfake yang menyebarkan disinformasi semakin meningkat. Bawaslu mendorong pembuatan regulasi yang memberi kewenangan untuk mengawasi penggunaan AI. Selain itu, pada Pemilu 2029, disinformasi berbasis deepfake, polarisasi, dan echo chamber diperkirakan menjadi ancaman utama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 21.04
Soal E-voting di Pemilu 2029, Bawaslu Minta Penerapannya Harus Berdasarkan Kajian Mendalam
JawaPos · 3 September 2026 pukul 18.45
Hadapi Polarisasi dan Disinformasi, Romy Soekarno Serukan Penguatan Nilai Pancasila
Berita terkait
Pemilu 2029: Jangan Biarkan Demokrasi Dikendalikan Algoritma
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 13.14
Bawaslu Usul Tambahan Anggaran Rp 772,7 Miliar untuk 2027
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.04
Gandeng Bawaslu, Partai Perindo Surakarta Matangkan Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 09.30
AI Bikin Penipuan Makin Sulit Dikenali, Wamenkomdigi Nezar Ungkap Kerugian Rp 9,1 Triliun
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 08.15