Bank Indonesia-Kemenkeu Perkuat Sinergi Fiskal dan Moneter, Ini 5 Fokusnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9357547/original/000584400_1790256087-Gubernur_BI_Destry_Damayanti-Menkeu_Suahasil_Nazara.jpg)
Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Rapat koordinasi pada 24 September 2026 menjadi pemicu komitmen bersama. Kebijakan fiskal Kemenkeu tetap pruden dengan defisit APBN 2026 di bawah 3,0% PDB, sementara penerbitan SBN diatur dengan manajemen risiko utang yang kuat. BI fokus pada stabilitas nilai tukar Rupiah dan pengendalian inflasi 2,5±1% pada 2026-2027. Sinergi dibangun melalui lima pilar: pertumbuhan ekonomi, ketahanan sektor eksternal, likuiditas pasar, pengendalian inflasi, dan pendalaman pasar keuangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 20.14
Alasan Bank Indonesia Menahan BI-Rate di Level 5,75%
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 21.13
Kemenkeu-BI sepakati lima pilar sinergi fiskal dan moneter
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 21.03
Soal Burden Sharing, BI Pastikan Tak Terulang di Kondisi Normal
JawaPos · 24 September 2026 pukul 20.45
BI Terbitkan Rupiah Seri Baru Tanda Tangan Pejabat Lama, Gubernur BI: Sesuai Tahapan Rutin
Berita terkait
Calon DGS BI: Kebijakan moneter-fiskal bisa beda, tapi tujuan sama
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 17.10
Refleksi Setahun Purbaya Jadi Menkeu: Harusnya Kita Bisa Tumbuh Lebih Cepat
Detik.com · 11 September 2026 pukul 07.05
Setahun Purbaya dan Gaya Koboinya Mengawal Kocek Negara
Detik.com · 10 September 2026 pukul 07.15
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Tak Terlalu Sulit Dicapai di Tahun Depan
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 16.10