Alasan Bank Indonesia Menahan BI-Rate di Level 5,75%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan BI-Rate tetap di level 5,75 persen untuk mendukung stabilitas ekonomi di tengah suku bunga global yang tinggi. Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan bahwa tingkat suku saat ini dianggap cukup, sekaligus didukung oleh kebijakan insentif biaya hedging dan kebijakan makroprudensial. BI juga menekankan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui sistem pembayaran, pasar keuangan, serta kebijakan UMKM dan regional. Deputi Gubernur Senior Aida S. Budiman menjelaskan alasan BI tidak menaikkan suku adalah untuk menghindari dampak kenaikan harga domestik. Meski tekanan dari kenaikan harga minyak global, fundamental ekonomi Indonesia dinilai kuat karena didorong permintaan, konsumsi domestik, dan investasi. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 18.34
Gubernur BI: BI-Rate 5,75 persen saat ini cukup untuk jaga stabilitas
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 15.02
BI Rate Tetap 5,75% demi Memperkuat Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.44
BI Rate Tetap 5,75 Persen per September 2026, Ditahan 3 Bulan Beruntun
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 18.35
Tahan BI Rate 5,75%, BI Fokus Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Berita terkait
Usai Dilantik, Destry Damayanti Prioritaskan Jaga Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Global
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 19.55
Nakhodai BI 2026–2031, Destry Damayanti Ungkap Fokus Utama Bank Sentral
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 18.15
Calon DGS BI: Kebijakan moneter-fiskal bisa beda, tapi tujuan sama
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 17.10
Ekonom Ingatkan Stabilitas Kurs Rupiah Memiliki Banyak Faktor
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 10.12