Bank Indonesia Ungkap Kredit Swasta Belum Kencang, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)
Bank Indonesia (BI) menyatakan penyaluran kredit ke sektor swasta belum tumbuh sekencang yang diharapkan meskipun likuiditas bank meningkat. Direktur BI Alexander Lubis menjelaskan bahwa kredit saat ini merupakan kombinasi dukungan likuiditas pemerintah, penyaluran ke sektor prioritas, dan kesiapan sektor swasta menyerap pembiayaan. Keterbatasan dalam menentukan sektor swasta dengan prospek dan risiko tinggi membuat bank berhati-hati dalam menyalurkan kredit. BI mendorong penurunan biaya pembiayaan dan penyaluran ke sektor terkait prioritas seperti transportasi dan distribusi. Pjs Gubernur BI Destry Damayanti menambahkan bahwa pertumbuhan kredit UMKM hanya 1,2% hingga pertengahan 2026, menjadi prioritas peningkatan kolaborasi antarpihak untuk meningkatkan penyaluran kredit.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 10.00
Cerita Sukses UMKM di KKI 2026: Raih Omzet Rp 177,2 Miliar
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 17.37
BI Sasarkan Target KLM ke Sektor Produktif dan UMKM
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 16.02
Dongkrak Daya Saing, Begini Jurus BPD Perkuat UMKM RI
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 14.35
BI Genjot Penyaluran Kredit Lewat Insentif KLM, Sektor Ini Jadi Sasaran
Berita terkait
BI Targetkan Pembiayaan UMKM di Urban Digifest 2026 Rp3 Miliar
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 09.40
Uatas Buka Kerja Sama dengan Bank Daerah untuk Perluas Pembiayaan UMKM
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 20.10
Anwar Bashori Janjikan Daerah Jadi Mesin Ekonomi Jika Jadi Deputi Gubernur BI
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 17.15
OJK dorong credit scoring alternatif untuk perluas pembiayaan UMKM
ANTARA News · 27 Agustus 2026 pukul 15.07