BI Genjot Penyaluran Kredit Lewat Insentif KLM, Sektor Ini Jadi Sasaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor produktif. Direktur Kebijakan Makroprudensial BI, Alexander Lubis, menyatakan KLM fokus pada pertanian, industri, konstruksi, real estate, perumahan, jasa, ekonomi kreatif, UMKM, kooperasi, dan sektor inklusi berkelanjutan. Hingga minggu pertama Agustus 2026, insentif KLM mencapai Rp 446,5 triliun dengan total maksimal 6% dari DPK. Alokasi KLM untuk sektor prioritas turun dari 4,5% menjadi 4% dari DPK. Selain KLM, BI juga menggunakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) untuk mempercepat pemulihan UMKM pasca-pandemi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 15.24
Rupiah Menguat ke Rp17.693, Pasar Sambut Positif Destry Jadi Gubernur BI
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 14.43
Transaksi Harbolnas 2026 Ditarget Tembus Rp40 Triliun
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 14.04
Menteri UMKM Pastikan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana Sumatera Tepat Sasaran
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 14.01
Insentif KLM Tembus Rp447 Triliun, BI Evaluasi Batas Likuiditas 19%
Berita terkait
Perluas Akses Pembiayaan, Bank Indonesia Dorong Digitalisasi Pembayaran UMKM lewat QRIS
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 10.15
BI Catat Uang Beredar Juli Capai Rp10.371 Triliun, Tumbuh 8,3%
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.28
Kredit UMKM Tumbuh Tipis, Bos BI Colek Para Bankir
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 15.50
Purbaya Belanja di KKI 2026, Borong Produk UMKM dan Janji Datang Lagi
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.35