Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bank Mandiri Taspen-ITB kembangkan ekonomi sirkular bagi pensiunan

Bank Mandiri Taspen dan ITB mengembangkan model ekonomi sirkular untuk pensiunan di Bandung Barat, Jawa Barat, dengan menggabungkan pengelolaan sampah organik, budidaya magot black soldier fly (BSF), dan peternakan unggas terpadu. Sistem ini memanfaatkan sampah organik sebagai pakan magot, kemudian magot sebagai pakan ayam, hingga ayam bertelur. Telur yang dihasilkan dapat dijual untuk mendanai operasional kelompok atau dibagikan untuk keperluan sosial seperti penanganan stunting. Fasilitas 'apartemen magot' yang dikembangkan oleh ITB mampu mengolah sampah organik hingga 250 kilogram per hari, dengan biaya sekitar Rp45 juta per unit dan kapasitas mendukung hingga 100 ekor ayam pada lahan 6 meter persegi. Saat ini, hanya sekitar 40 ekor ayam yang dipelihara per unit akibat pasokan sampah organik yang masih terbatas.

Program ini menjadi bagian dari upaya Bank Mandiri Taspen untuk menjaga produktivitas pensiunan melalui inisiatif seperti Warung Mantap Sejahtera, hidroponik, dan laundry. Bank juga siap memberikan pembiayaan sekitar Rp45 juta bagi pensiunan yang ingin mengembangkan usaha budidaya unggas dan magot. Sekitar 12 persen penduduk Indonesia adalah lansia, dan Bank Mandiri Taspen melayani sekitar 670 ribu pensiunan di seluruh Indonesia.

Kolaborasi antara Bank Mandiri Taspen, ITB, masyarakat, dan pemerintah daerah diharapkan menciptakan sistem yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain. Integrasi pengelolaan sampah, budidaya magot, peternakan unggas, dan produksi telur bertujuan untuk mendukung lingkungan yang lebih bersih, kegiatan produktif masyarakat, dan ketahanan pangan lokal. Seremoni peluncuran program dihadiri oleh Bupati Bandung Barat, Rektor ITB, dan perwakilan perusahaan asuransi tertentu.

Berita terkait