Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bank Sentral China Borong 20 Ton Emas pada Juli 2026

Bank Sentral China (PBOC) membeli 20 ton emas pada Juli 2026, merupakan kenaikan bulanan terbesar sejak Oktober 2023. Dengan pembelian tersebut, PBOC telah membeli emas selama 21 bulan berturut-turut dengan total penambahan bersih 60 ton sejak awal tahun 2026. Total kepemilikan emas PBOC kini mencapai 2.366 ton. Selain China, Bank Nasional Ceko dan Kazakhstan juga meningkatkan cadangan emas masing-masing sebesar 1,7 ton dan lebih dari 1 ton pada bulan yang sama.

Analis dari BMO Capital Markets memperkirakan permintaan emas dari China akan terus menjadi pendorong utama kenaikan harga emas di paruh kedua tahun ini. Mereka mengungkapkan bahwa China diperkirakan telah mengakumulasi sekitar 30.000 ton emas di atas tanah, jauh melampaui data resmi, dan kini mendorong sekitar sepertiga permintaan global.

Analisis BMO menunjukkan bahwa untuk menyaingi dolar AS melalui internasionalisasi yuan, China perlu memiliki cadangan emas setara rasio 5% terhadap jumlah uang beredar, yakni sekitar 18.000 ton. Artinya, China masih perlu membeli 2.500–3.000 ton lagi dalam dua hingga lima tahun ke depan. Para analis menilai aspirasi China kemungkinan jauh lebih besar guna membangun kredibilitas yuan di tingkat global.

Berita terkait