Bank Sentral China Borong 20 Ton Emas pada Juli 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
Bank Sentral China (PBOC) membeli 20 ton emas pada Juli 2026, merupakan kenaikan bulanan terbesar sejak Oktober 2023. Dengan pembelian tersebut, PBOC telah membeli emas selama 21 bulan berturut-turut dengan total penambahan bersih 60 ton sejak awal tahun 2026. Total kepemilikan emas PBOC kini mencapai 2.366 ton. Selain China, Bank Nasional Ceko dan Kazakhstan juga meningkatkan cadangan emas masing-masing sebesar 1,7 ton dan lebih dari 1 ton pada bulan yang sama.
Analis dari BMO Capital Markets memperkirakan permintaan emas dari China akan terus menjadi pendorong utama kenaikan harga emas di paruh kedua tahun ini. Mereka mengungkapkan bahwa China diperkirakan telah mengakumulasi sekitar 30.000 ton emas di atas tanah, jauh melampaui data resmi, dan kini mendorong sekitar sepertiga permintaan global.
Analisis BMO menunjukkan bahwa untuk menyaingi dolar AS melalui internasionalisasi yuan, China perlu memiliki cadangan emas setara rasio 5% terhadap jumlah uang beredar, yakni sekitar 18.000 ton. Artinya, China masih perlu membeli 2.500–3.000 ton lagi dalam dua hingga lima tahun ke depan. Para analis menilai aspirasi China kemungkinan jauh lebih besar guna membangun kredibilitas yuan di tingkat global.
Bagikan
Berita terkait
China Makin Hobi Borong Emas, Impor Semester I 2026 Tembus 864,95 Ton
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 09.03
Daftar Harga Emas Perhiasan 16 Agustus 2026: Cek Ragam Karat di Sini
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 13.26
Simak Harga Emas 24 Karat Hari Ini 6 Agustus 2026 di Antam, Pegadaian hingga Hartadinata
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 13.45
Harga Emas Dunia Tembus Level Tertinggi Sejak Juni
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 07.20