Bank Sentral Iran Mulai Lirik Kripto untuk Pembayaran Ekspor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Sentral Iran mulai menerapkan penggunaan kripto seperti Bitcoin dan Tether (USDT) untuk pembayaran ekspor, efektif 10 September 2026. Kebijakan ini diberlakukan sebagai respons terhadap sanksi AS yang membatasi akses Iran terhadap jaringan SWIFT dan sistem perbankan internasional. Sanksi tersebut membuat eksportir Iran kesulitan menerima pembayaran dari pasar luar negeri, terutama pada sektor minyak dan petrokimia. USDT dipilih karena nilainya dipatok dolar AS dan tidak memerlukan akses langsung ke sistem perbankan AS. Bitcoin juga diizinkan meski harganya fluktuatif. Kebijakan ini memberikan dasar hukum bagi transaksi digital yang sebelumnya bersifat informal, sekaligus memungkinkan hasil ekspor disalurkan ke perekonomian domestik melalui jalur alternatif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 07.10
Tok! Rusia dan China Veto Resolusi AS soal Iran di Dewan Keamanan PBB
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 22.00
Trump Kian Kalap "Gunduli" Ekonomi Iran, China Siap Jadi Juru Selamat?
Berita terkait
Dampak Perang, Ekspor China ke Iran Anjlok 52% dalam Tujuh Bulan Pertama 2026
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 21.02
Selain Minyak, Iran dan China Diduga Bahas Masalah Nuklir
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 17.18
Iran Tolak Lakukan Pembicaraan dengan AS untuk Hentikan Perang
Detik.com · 15 September 2026 pukul 14.48
Deklarasi BRICS Serukan Pengendalian Diri di Tengah Konflik Timur Tengah
Detik.com · 14 September 2026 pukul 14.10