Banyak Aktivis Tiba-Tiba 'Bungkam' Setalah Prabowo Ganti Kapolri, Ini Kata Gatot Nurmantyo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengganti Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi Komjen Suyudi Ario Seto. Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyoroti fenomena sejumlah aktivis dan tokoh kritis yang tiba-tiba berhenti bersuara atau berpindah haluan setelah pergantian kepemimpinan tersebut.
Gatot menilai perubahan sikap ini sebagai catatan bagi kualitas kontrol sosial di Indonesia. Ia menegaskan bahwa kritik independen seharusnya berdasar pada kepentingan negara, bukan politik praktis. Meskipun mengapresiasi kebijakan pemerintah yang baik, Gatot menekankan bahwa fungsi pengawasan dan kontrol terhadap kekuasaan harus tetap berjalan konsisten tanpa terpengaruh konfigurasi kekuasaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 09.51
Saat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi Kapolri
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.30
Jangan Hanya Mengganti Orang, Reshuffle Kabinet Perlu Menjawab Persoalan Riil
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 08.58
ReJO Ucapkan Selamat Kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 23.21
Komjen Dedi Prasetyo Yakin Polri Makin Baik di Bawah Kepemimpinan Jenderal Suyudi
Berita terkait
Ada Bau Politik di Balik Penggantian Kapolri dari Listyo Sigit Prabowo ke Suyudi Ario Seto
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 09.50
Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Ini Harapan Publik untuk Polri
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 20.00
Sigit Dicopot dari Pos Kapolri, Guntur PDIP: Regenerasi Jadi Bagian Demokrasi Sehat
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 19.02
Sampaikan Dukungan untuk Jenderal Suyudi, Paulus Ronald Sinambela Dorong Polri Semakin Humanis
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.10