Banyak Kerusakan, AS Tarik Kapal Induk USS Gerald Ford dari Pasifik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat menarik kapal induk USS Gerald Ford dari Pasifik untuk mendukung operasi militer di Timur Tengah. Penggunaan kapal ini dialihkan setelah USS George Washington yang sebelumnya berbasis di Jepang juga diarahkan ke Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln. Redistribusi ini mencerminkan keterbatasan jumlah kapal induk AS dan tekanan terhadap kesiapan armada. USS Gerald Ford baru kembali pada Mei setelah pelayaran selama 11 bulan, namun mengalami keausan komponen utama dan membutuhkan perawatan di dok yang diperkirakan berlangsung setidaknya satu tahun. Kapal induk modern seperti Ford memiliki sistem yang kompleks, termasuk propulsi, kelistrikan, senjata, sensor, dan fasilitas operasional yang semuanya perlu diperiksa secara menyeluruh. Selain masalah umum akibat operasi panjang, kapal ini juga mengalami kebakaran besar pada Maret di ruang cuci kapal yang menyebabkan kerusakan berat pada tempat tinggal awak. Sebulan sebelumnya, sistem pengelolaan limbah juga mengalami gangguan. Berbagai masalah teknis ini menunjukkan betapa kerusakan pada sistem pendukung dapat mempengaruhi kesiapan operasional kapal perang besar. Akibatnya, Angkatan Laut AS harus mengatur ulang penggunaan kapal induk yang tersedia antara operasi, pemeliharaan, dan kesiapan misi mendatang. Situasi ini menjadi tantangan bagi Washington untuk mempertahankan kehadiran militernya di berbagai wilayah secara bersamaan.
Bagikan
Berita terkait
Tak Siap Tekan Timur Tengah, Kapal Induk AS Tak Cukup Angkut Militer
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 16.17
Kapal Induk AS Berkarat Usai 8 Bulan Tempur, Berlabuh di Tetangga RI
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 19.10
USS Abraham Lincoln Hengkang dari Timteng Usai Mental Awak Goyang
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 20.07
Yang Diketahui soal Petaka di Kapal Induk USS Abraham Lincoln
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.33