Banyak Pihak Beda Kepentingan dengan Prabowo? Anies: Presiden Bisa Mematikan atau Menghidupkan Faksi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan calon presiden Anies Baswedan menyatakan bahwa keberadaan faksi-faksi di sekitar kekuasaan sangat bergantung pada kepemimpinan seorang presiden. Dalam perbincangan di kanal NOTASLIMBOY TV pada 12 Agustus 2026, ia menjelaskan bahwa faksi hanya dapat bertahan jika mendapatkan akses dan ruang dari pemimpin tertinggi. "Di dalam leadership, yang menghidupkan faksi-faksi, yang mematikan faksi-faksi itu siapa? Ya pemimpinnya sendiri," ujar Anies. Menurutnya, ketika akses ditutup oleh pimpinan, kelompok tersebut kehilangan ruang untuk bergerak dan beroperasi. Anies mengakui bahwa keberadaan kelompok dengan kepentingan berbeda dalam pemerintahan adalah hal yang wajar. Namun, ia menekankan pentingnya nilai sebagai landasan dalam menjalankan pemerintahan. Negara yang besar dan kompleks, katanya, membutuhkan kepemimpinan dengan pedoman jelas mengenai tindakan yang dapat dilakukan oleh aparat dan pejabat di bawahnya. Nilai-nilai tersebut meliputi keadilan dalam pengambilan keputusan, ketaatan terhadap proses dan instrumen hukum, serta transparansi dalam pengelolaan ruang publik dan tata negara. Anies menilai presiden harus memastikan prinsip-prinsip tersebut menjadi pegangan bersama, bukan sekadar pernyataan. Ia juga mengingatkan bahwa tanpa batasan nilai yang jelas, para bawahan cenderung berperilaku secara transaksional. Garis panduan tegas dari pucuk pimpinan, seperti prinsip bahwa penegakan hukum tidak boleh dinegosiasikan, dapat membatasi ruang gerak bawahannya dan mencegah kepentingan kelompok mengambil alih kepentingan pemerintahan.
Bagikan
Berita terkait
Traktir Driver Jadi Cara Menghargai Ojol, Pengemudi Tambah Semangat
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 23.31
Belum Beres Dana MBG dan PPPK, Purbaya Diminta Cairkan Rp290,9 Miliar untuk Karhutla
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 23.13
Awan Muncul di Jakarta, Pemprov 'Undang Hujan' pada Jumat 21 Agustus 2026
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 23.07
Iran Makin Berani, Bakal Bergerak ke Eropa Incar Aset AS
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 23.01