DPR Sentil Vale dan Perusahaan Tambang, CSR Dinilai Tak Sinkron dengan Kebutuhan Daerah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi NasDem, Syarif Fasha, meminta PT Vale Indonesia Tbk dan perusahaan tambang lain untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam penyusunan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Menurutnya, program CSR perusahaan saat ini masih disusun berdasarkan agenda tahunan dari kantor pusat, belum sinkron dengan kebutuhan lokal. Syarif menekankan pentingnya pendekatan bottom-up agar manfaat industri pertambangan lebih terasa bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Ia juga menyoroti ketidakadilan dalam skema pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) pertambangan, di mana daerah penghasil mendapatkan porsi lebih kecil dibandingkan daerah pengelola. Hal ini, menurutnya, berpotensi memicu konflik sosial, terutama di wilayah seperti Sulawesi Tengah yang menjadi lokasi operasi PT Vale dan berdekatan dengan wilayah yang pernah mengalami konflik horizontal seperti Poso.
Bagikan
Berita terkait
Kementerian ESDM Terbitkan Aturan Jasa Tambang, DPR sebut Bisa Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal
JawaPos · 30 September 2026 pukul 21.30
KPK Diminta Transparan Soal Penanganan Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 13.38
MAKI Ultimatum KPK, Segera Tahan Dua Anggota DPR Tersangka Kasus CSR BI-OJK
JPNN.com · 20 September 2026 pukul 06.59
KPK Panggil Lagi Anggota DPR Satori Tersangka Kasus Korupsi Dana CSR
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 15.43