Baru 7 dari 50 Emiten, OJK Beri Restu BEI Revisi Target IPO 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk merevisi target initial public offering (IPO) tahun 2026. Hingga Juli 2026, hanya tujuh dari 50 perusahaan yang menargetkan IPO berhasil melantai di bursa, sehingga BEI mempertimbangkan penyesuaian target tersebut dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 yang sedang dalam peninjauan internal. OJK menyatakan dapat memahami kebutuhan revisi ini dengan mempertimbangkan dinamika pasar terkini.
Jika BEI mengajukan revisi target, OJK akan terlebih dahulu melakukan kajian mendalam sesuai Peraturan OJK (POJK). Meskipun demikian, OJK tetap berharap BEI mengoptimalkan peluang pasar untuk mencapai target yang ada dan menekankan kualitas perusahaan terdaftar daripada sekadar kuantitas. OJK juga terus mendorong penggunaan pasar modal melalui IPO dengan sosialisasi, klinik pelatihan, dan pendampingan calon emiten, serta menyederhanakan dokumen penawaran umum.
OJK optimistis perbaikan fundamental ekonomi dan situasi geopolitik akan mempertahankan atau meningkatkan minat perusahaan untuk IPO, sehingga pasar modal Indonesia tetap menjadi sumber pembiayaan jangka panjang yang menarik bagi dunia usaha.
Bagikan
Berita terkait
Video: Bos Sekuritas Soal Rebalancing MSCI - Prospek IPO Saham 2026
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.40
Susul OpenAI, Anthropic Pertimbangkan Model Terbaru Jelang IPO November 2026
kumparan · 20 September 2026 pukul 08.30
Lewat AI dan Riset, Tuntun Sekuritas Dorong Transformasi Investasi Modern
JPNN.com · 5 Agustus 2026 pukul 03.21
AMDAL Belum Jadi, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Akhirnya Stop Proyek Data Center Jatiluhur
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 02.40