Beban Biaya Hidup Konsumen Makin Mahal, IKEA Pangkas Harga Produknya hingga 25%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IKEA kembali memangkas harga produknya hingga 25% untuk lebih dari 1.500 produk, terutama di pasar Eropa, sebagai respons terhadap tekanan biaya hidup yang masih dirasakan konsumen. Langkah ini didanai dengan investasi sebesar 1,2 miliar euro oleh Ingka Group dan para pewaralaba IKEA. Produk populer seperti Billy, Hemnes, dan Poang termasuk dalam daftar yang harganya turun, dengan besaran dan waktu penerapan yang bervariasi per negara. Selain itu, IKEA menyiapkan investasi 70 juta euro untuk mengimbangi tekanan inflasi di Asia dan Amerika Utara.
CEO Ingka Group Juvencio Maeztu menyatakan bahwa tekanan keuangan rumah tangga belum mereda, terutama akibat tingginya biaya perumahan yang menyerap 40-50% pendapatan. IKEA melanjutkan strategi penurunan harga sejak tahun fiskal 2024 untuk meningkatkan keterjangkauan, meski kebijakan ini memberikan tekanan pada profitabilitas. Namun, langkah ini berhasil meningkatkan pangsa pasar, kunjungan toko, dan volume penjualan.
Menurut Maeztu, IKEA masih memiliki ruang untuk menurunkan harga lebih lanjut melalui penghematan biaya dan penyederhanaan operasional. Eksekutif juga menegaskan bahwa kondisi rantai pasok di Eropa masih stabil, meski Kawasan Timur Tengah menghadapi kendala pengiriman. IKEA berhasil meningkatkan pangsa pasar di Eropa pada tahun fiskal yang berakhir 31 Agustus 2026.
Bagikan
Berita terkait
USD1 Kini Setara 2 Juta Rial Iran, Kalau Dibelanjakan Dapat Apa?
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 00.31
Tagihan Energi Naik 13 Persen, Inflasi Inggris Diperkirakan Capai 2,9 Persen
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 23.00
Tantangan Hidup di Australia dengan Beasiswa Saat Biaya Hidup Makin Mahal
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 01.11
Inflasi Pangan Naik, Destry: Jadi Pekerjaan Rumah Bersama
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 22.00