Tantangan Hidup di Australia dengan Beasiswa Saat Biaya Hidup Makin Mahal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Biaya hidup di Australia yang meningkat memberikan tantangan bagi mahasiswa asal Indonesia penerima beasiswa. Biro Statistik Australia mencatat kenaikan biaya hidup sekitar 3,7 hingga 4,7 persen dalam setahun hingga Juni 2026. Meski beasiswa menanggung biaya kuliah dan sebagian kebutuhan hidup, tekanan finansial bertambah bagi mereka yang memiliki keluarga di sana.
Contohnya, Sitti Rahma Yunus, dosen asal Makassar yang sedang menempuh gelar PhD di University of Queensland dengan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sejak Januari 2025. Ia tinggal di Brisbane bersama suami dan empat anaknya. Awalnya, mereka menyewa rumah seharga sekitar AU$620 per minggu, namun setelah harga naik, mereka pindah ke tempat yang lebih kecil dengan biaya sewa sekitar AU$400 per minggu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 23.00
Tagihan Energi Naik 13 Persen, Inflasi Inggris Diperkirakan Capai 2,9 Persen
Berita terkait
Bursa Asia Bergerak Variatif, Kospi Melonjak 2%
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 08.17
Pertumbuhan Tahun Depan Dipatok 6%, Ekonom Wanti-wanti Daya Ungkit Ekonomi Lemah
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 07.35
Ekonom sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2027 Tidak Realistis
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 19.15
Ekonomi Tertekan, Warga Argentina Barter Barang Demi Dapat Makanan
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 19.00