Beda Data, Pentagon Sebut Jumlah Korban AS Saat Perang Iran Lebih Sedikit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Terdapat perbedaan data jumlah korban tewas prajurit Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran sejak 28 Februari 2026. Laporan The Washington Post menyebutkan sedikitnya 22 anggota militer tewas, lebih tinggi dibandingkan data publik Defense Casualty Analysis System (DCAS) Pentagon yang hanya mencatat 18 kematian dan lebih dari 820 personel terluka.
Selisih empat kematian tersebut mencakup personel seperti Mayor Sorffly Davius dan Sersan Devin Seibel. Selain itu, tiga kontraktor AS juga dilaporkan meninggal di Timur Tengah. Pentagon belum memberikan penjelasan resmi terkait perbedaan angka ini, di mana 14 kematian tercatat dalam Operation Epic Fury dan empat lainnya dalam Overseas Operations pasca-gencatan senjata 7 Juli.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 19 September 2026 pukul 21.45
Trump Mau Bangun Pusat Militer Raksasa di Greenland, Ngaku Sudah Deal
Detik.com · 19 September 2026 pukul 12.30
AS Jual Jet Tempur F-35 Rp 431 T ke Arab Saudi
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 07.31
Iran Minta AS Terima Kenyataan Jet Tempurnya Mudah Diburu dan Dihancurkan
CNBC Indonesia · 19 September 2026 pukul 07.20
AI Salah Kasih Info, AS Nyaris Serang Kapal China-Picu Perang Terbesar
Berita terkait
Angkatan Laut AS Akui Serangan Iran Merusak Parah Pangkalan Armada Kelima di Bahrain
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 14.29
Data Terbaru Jumlah Tentara AS Tewas dan Luka-luka
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 09.51
AS Terpukul Iran, Diam-Diam Siapkan Tarik Pasukan dari Timteng
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 06.05
Iran Ejek Militer AS sebagai ‘Tentara Hollywood’: Klaim Kekuatan Amerika dan Israel Terbongkar
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 16.42