AS Terpukul Iran, Diam-Diam Siapkan Tarik Pasukan dari Timteng
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat (AS) mulai membahas rencana penarikan pasukan dan fasilitas militernya di Timur Tengah secara besar-besaran. Langkah ini dilatarbelakangi oleh kerentanan infrastruktur militer AS yang terungkap selama pertempuran dengan Iran, yang menewaskan setidaknya 18 anggota militer AS. Saat ini, AS masih menempatkan sekitar 50.000 personel, dua kapal induk, dan belasan kapal perusak di kawasan tersebut. Pentagon sedang mengevaluasi opsi untuk meningkatkan perlindungan pasukan yang tersisa, termasuk memindahkan fasilitas ke lokasi bawah tanah guna mengurangi risiko serangan rudal dan drone.
Serangan Iran juga menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas AS di beberapa negara, termasuk pos CIA di Riyadh, Arab Saudi, serta instalasi militer di Bahrain, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait. Akibatnya, Komando Operasi Khusus AS dan CIA mulai mempertimbangkan penggunaan operasi intelijen tanpa mengandalkan pangkalan permanen, seperti menerbangkan personel langsung dari AS untuk menjalankan misi tertentu. Selain itu, AS juga menghadapi biaya besar untuk membangun kembali fasilitas yang rusak, dengan belum ada angka pasti mengenai total kerusakan.
Untuk jangka panjang, Pentagon ingin semakin mengandalkan mitra regional untuk menanggung beban pertahanan kawasan. Laksamata Laut Daryl Caudle memastikan bahwa armada AS belum akan kembali ke Bahrain, markas tradisional Armada Ke-5, dalam waktu dekat. Ancaman dari Iran masih menjadi perhatian serius, terutama setelah serangan terhadap fasilitas AS di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 07.15
AS Mungkin Tinjau Lagi Kehadiran Militer di Timur Tengah Jika Terjadi Perdamaian dengan Iran
JawaPos · 9 September 2026 pukul 08.18
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak pada Rabu 9 September 2026
Detik.com · 9 September 2026 pukul 07.25
Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Yordania Usai 5 Kapal Tankernya Dihantam
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 20.32
Menlu Iran: Kepatuhan AS pada MoU Islamabad Kunci Stabilitas Kawasan
Berita terkait
Pentagon Pertimbangkan Kurangi Pasukan di Timur Tengah
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.57
Ini Alasan Iran Bikin Sayembara Bunuh Tentara AS Dapat Rp534 Juta dan Rp1 Miliar bagi Kontestan Perempuan
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 06.10
AS Kirim Kapal Induk Lain ke Timur Tengah Usai Petaka Abraham Lincoln, Ada Apa?
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 04.06
Iran Murka AS Gunakan Isu Selat Hormuz Sebagai Dalih Aksi Militer
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 11.30