Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

AS Terpukul Iran, Diam-Diam Siapkan Tarik Pasukan dari Timteng

Amerika Serikat (AS) mulai membahas rencana penarikan pasukan dan fasilitas militernya di Timur Tengah secara besar-besaran. Langkah ini dilatarbelakangi oleh kerentanan infrastruktur militer AS yang terungkap selama pertempuran dengan Iran, yang menewaskan setidaknya 18 anggota militer AS. Saat ini, AS masih menempatkan sekitar 50.000 personel, dua kapal induk, dan belasan kapal perusak di kawasan tersebut. Pentagon sedang mengevaluasi opsi untuk meningkatkan perlindungan pasukan yang tersisa, termasuk memindahkan fasilitas ke lokasi bawah tanah guna mengurangi risiko serangan rudal dan drone.

Serangan Iran juga menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas AS di beberapa negara, termasuk pos CIA di Riyadh, Arab Saudi, serta instalasi militer di Bahrain, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait. Akibatnya, Komando Operasi Khusus AS dan CIA mulai mempertimbangkan penggunaan operasi intelijen tanpa mengandalkan pangkalan permanen, seperti menerbangkan personel langsung dari AS untuk menjalankan misi tertentu. Selain itu, AS juga menghadapi biaya besar untuk membangun kembali fasilitas yang rusak, dengan belum ada angka pasti mengenai total kerusakan.

Untuk jangka panjang, Pentagon ingin semakin mengandalkan mitra regional untuk menanggung beban pertahanan kawasan. Laksamata Laut Daryl Caudle memastikan bahwa armada AS belum akan kembali ke Bahrain, markas tradisional Armada Ke-5, dalam waktu dekat. Ancaman dari Iran masih menjadi perhatian serius, terutama setelah serangan terhadap fasilitas AS di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA).

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait