Jakarta · Minggu, 20 September 2026Cari
WargaKonoha

Belajar dari Toyota, RI Incar Ekspor Baterai Mobil Listrik

Pemerintah Indonesia menjadikan rekam jejak Toyota sebagai acuan untuk meningkatkan daya saing industri otomotif nasional, khususnya di sektor baterai mobil listrik. Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, pengalaman Toyota dalam inovasi teknologi, penguatan SDM, dan rantai pasok dapat diterapkan untuk transformasi manufaktur di Indonesia. Toyota telah berinvestasi sekitar Rp100 triliun di Indonesia, memproduksi 10 juta unit kendaraan, dengan lebih dari 3 juta unit diekspor ke lebih dari 100 negara, dan mendukung lebih dari 360.000 tenaga kerja.

Dalam langkah konkret menuju mobil listrik, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menggandeng Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) dalam kemitraan senilai Rp1,3 triliun untuk produksi baterai kendaraan listrik. Proyek ini mencakup manufaktur sel hingga modul baterai, dengan proyeksi Indonesia mulai menjadi basis ekspor baterai Toyota ke pasar internasional pada semester II 2026. Struktur produksi Toyota di Indonesia juga mencatat TKDN di atas 80 persen, didukung oleh lebih dari 240 pemasok Tier-1 dan sekitar 520 pemasok Tier-2 dan Tier-3.

Pemerintah berkomitmen terus mendorong kolaborasi dengan industri untuk memperkuat manufaktur nasional, memperluas ekspor, dan menyiapkan industri menghadapi dinamika teknologi global, termasuk transformasi menuju kendaraan elektrifikasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait