BEM UI Minta Prabowo Banyak Kerja, Bukan Pidato: Singgung Istilah 'Londo Ireng'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BEM UI mengkritik Presiden Prabowo Subianto agar lebih fokus pada kerja nyata dan mendengarkan aspirasi rakyat daripada sekadar berpidato. Kritik ini mencakup gaya komunikasi pemimpin serta penggunaan istilah kontroversial seperti 'Londo Ireng' dan 'mahasewa' terhadap pers dan mahasiswa.
Mahasiswa menyoroti pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) yang dinilai membebani pemerintah daerah, seperti di Pati yang terpaksa menaikkan pajak. BEM UI mengkhawatirkan anggaran besar untuk program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Patriot Bond, dan berbagai sekolah rakyat akan memperlebar jarak antara pusat dan daerah serta mengingatkan pada pola pemerintahan Orde Baru.
Bagikan
Berita terkait
Dibongkar Dedi Mulyadi, Prabowo Baru Membayar Rp19 Miliar dari Tunggakan Rp1,22 Triliun ke Jabar
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 02.14
Tambahan Dana TKD Sudah Dihitung, Purbaya Tunggu Arahan Prabowo
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 08.50
Bela Prabowo soal Londo Ireng, Hasan Nasbi Sebut Pemerintah Berhak Mengkritik Rakyat
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 15.20
Polda Metro Jaya Jelaskan Alasan BEM UI Dilarang Gelar Aksi di Bundaran HI
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 03.30