Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Benarkah Muhammadiyah Kehilangan Umat, Sementara NU Terus Membesar?

Survei LSI Denny JA menunjukkan penurunan identifikasi publik terhadap Muhammadiyah dari 9,4% (2005) menjadi 5,7% (2023), sementara NU melonjak dari 27,5% menjadi 56,9%. Namun, angka ini mencerminkan 'perasaan menjadi bagian' (identitas sosial), bukan jumlah anggota resmi organisasi. NU memiliki kekuatan pada jangkauan kultural melalui jaringan pesantren dan kiai, sedangkan Muhammadiyah kuat pada jangkauan institusional melalui sekolah dan rumah sakit.

Penurunan angka Muhammadiyah tidak berarti organisasi tersebut punah, melainkan adanya paradoks di mana masyarakat memanfaatkan amal usahanya tanpa merasa terikat secara organisatoris. Hal ini menjadi alarm bagi Muhammadiyah terkait efektivitas kaderisasi dan pewarisan identitas kepada generasi muda di tengah ekosistem modern yang mereka bangun.

Berita terkait