Berawal Dari Warung Ibu, Sosok Ini Bangun Kerajaan Ritel 23.000 Toko
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Djoko Susanto, yang bernama asli Kwok Kwie Fo, memulai karier usahanya dari warung kelontong milik ibunya di Petojo, Jakarta. Pada 1960-an, ia meninggalkan pekerjaannya di perusahaan perakitan radio untuk membantu usaha keluarga. Awalnya, warung tersebut menjual kebutuhan sehari-hari seperti kacang tanah, minyak sayur, sabun, dan rokok. Djoko fokus mengembangkan bisnis rokok dan berhasil memiliki 15 toko grosir pada 1987. Keberhasilannya menarik perhatian Putera Sampoerna, petinggi PT HM Sampoerna, yang kemudian menjadikannya direktur penjualan dan distribusi rokok Sampoerna. Pada 1989, Djoko mendirikan PT Alfa Retailindo dan mengubah gudang Sampoerna di Jalan Lodan menjadi Toko Gudang Rabat, yang kemudian berkembang menjadi jaringan ritel modern. Pada 1990-an, jaringan ini telah tersebar di 32 kota dengan 32 toko. Pada 18 Oktober 1999, nama jaringan diganti menjadi Alfa Minimart di bawah PT Sumber Alfaria Trijaya. Sejak 1 Januari 2003, merek ini dikenal sebagai Alfamart dan kini telah berkembang menjadi Grup Alfamart dengan lebih dari 23.000 toko di Indonesia, termasuk gerai anak usaha seperti Alfamidi dan Lawson.
Bagikan
Berita terkait
Setelah Resign dan Bantu Ibu Jaga Warung, Kini Pemilik 23.000 Toko
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 16.45
Fundamental Kuat, Blibli Naik 13 Peringkat di Fortune Indonesia 100 2026
SINDOnews · 20 September 2026 pukul 19.15
Simbadda Buka Experience Store Pertama di Bandung, Usung Konsep Teras Suara
JPNN.com · 19 September 2026 pukul 12.15
Alfamart Gelar Donor Darah di 28 Lokasi, Targetkan 2.000 Kantong Darah
Detik.com · 18 September 2026 pukul 16.36