Setelah Resign dan Bantu Ibu Jaga Warung, Kini Pemilik 23.000 Toko
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Djoko Susanto, nama asli Kwok Kwie Fo, memulai karier dengan membantu ibunya menjaga warung kelontong Toko Sumber Bahagia di Petojo. Ia sempat bekerja di perusahaan perakitan radio, lalu berhenti pada 1996 untuk fokus pada usaha keluarga. Bisnisnya berkembang dari grosir rokok, dan pada 1987 ia sudah memiliki 15 jaringan toko serta terpilih sebagai penjual rokok Gudang Garam terbesar.
Pertemuannya dengan Putera Sampoerna pada akhir 1986 mengubah nasibnya. Ia diangkat menjadi direktur penjualan PT HM Sampoerna dan mendirikan PT Alfa Retailindo pada 1989 dengan modal Rp 2 miliar. Gudang Sampoerna di Jl Lodan No. 80 disulap menjadi Toko Gudang Rabat, dengan kepemilikan saham 40% Putera Sampoerna dan 60% Djoko. Toko ini berkembang menjadi jaringan 32 gerai bernama Gudang Rabat pada 1990-an, lalu berubah nama menjadi Alfa Minimart pada 18 Oktober 1999. Perusahaan go public pada 18 Januari 2000 dengan kapitalisasi pasar US$ 108,29 juta. Sejak 1 Januari 2003, nama berubah menjadi Alfamart. Kini Grup Alfamart memiliki lebih dari 23.000 gerai, termasuk Alfamidi dan Lawson.
Bagikan
Berita terkait
Vietnam Mengekor RI di Pasar Penerbangan Komersial Asia Tenggara
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 01.00
Kenali Kandungan Aktif untuk Mendukung Pemulihan Kulit Pasca-Jerawat
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 00.30
Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani Lolos ke 32 Besar Kejuaraan Dunia 2026
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 22.26
Busana Kenegaraan Jadi Etalase Produk Lokal, Industri Fesyen Indonesia Bidik Kelas Dunia
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 21.07