BI: Akselerasi ekonomi digital meningkat di tengah risiko geopolitik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonomi dan keuangan digital Indonesia terus mengalami akselerasi pesat meski menghadapi risiko geopolitik, perlambatan ekonomi global, dan inflasi tinggi di negara maju. Fondasi ekonomi nasional tetap kuat dengan pertumbuhan semester I-2026 sebesar 5,45 persen dan inflasi 3,19 persen. Bank Indonesia (BI) menekankan pentingnya kepercayaan, keamanan tata kelola, dan perlindungan konsumen dalam pengembangan ekosistem digital ini.
BI fokus memperkuat infrastruktur pembayaran melalui Blueprint Sistem Pembayaran 2030, mencakup optimalisasi QRIS, BI-FAST, dan BI-RTGS Generasi III. Strategi ke depan meliputi penguatan kapabilitas SDM, manajemen risiko, serta perluasan konektivitas internasional melalui QRIS antarnegara dan Nexus. Transformasi ini bertujuan memudahkan kehidupan sehari-hari, memperluas akses pelaku usaha, dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 14.10
Transaksi Pembayaran Digital Tumbuh 40%, Pengguna QRIS 67 Juta Orang
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 14.00
Cerita Gubernur BI Bagi THR Pakai QRIS: Anak Tinggal Tunjuk HP
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 12.53
BI Catat Merchant QRIS Tembus 47,11 Juta, Naik 13,83%
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 12.10
Kejahatan Siber Makin Ganas, Indonesia Rugi Rp111 Triliun di 2026
Berita terkait
Bank Mega (MEGA) Jadi First Mover Kartu Kredit Indonesia
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 08.25
Mengenal KKI, Kartu Kredit Bisa Bayar Pakai QRIS
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 12.00
Kartu Kredit Indonesia Bisa Diajukan ke 7 Bank, Ini Daftarnya
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 07.55
Kartu Kredit Indonesia Meluncur, Bisa Dipakai Individu dan Korporasi
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 07.25