BI antisipasi "higher for longer" dengan kenaikan bunga pada Mei-Juni
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-Rate 100 basis poin (bps) pada Mei-Juni 2026 untuk menanggulangi era suku bunga global tinggi atau 'higher for longer'. Kenaikan terdiri dari 50 bps pada 20 Mei, 25 bps pada 9 Juni, dan 25 bps lagi pada 18 Juni 2026. Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan langkah ini bersifat pre-emptive dan forward-looking untuk mengantisipasi ketidakpastian global. Selain itu, BI mengeluarkan kebijakan insentif biaya hedging bagi investor asing serta meningkatkan insentif instrumen swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk menarik arus masuk modal asing dan mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah. Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) September 2026, BI memutuskan mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen. Aliran investasi portofolio asing pada triwulan III 2026 mencatat net inflows sebesar 0,4 miliar dolar AS, didorong oleh penerbitan global bond Pemerintah dan SBN. Cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 mencapai 146,5 miliar dolar AS, setara 5,4 bulan impor. Kurs JISDOR pada 23 September 2026 menguat ke level Rp17.803 per dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 17.20
Lawan Aset Amerika, BI Ungkap Strategi Gaet Modal Asing
kumparan · 23 September 2026 pukul 17.02
BI Perbesar Insentif Hedging hingga 30 Persen untuk Stabilkan Rupiah
Berita terkait
Ekonom: Stabilisasi rupiah tidak harus selalu andalkan kenaikan bunga
ANTARA News · 22 September 2026 pukul 09.48
Ekonom: Peluang BI Naikkan Suku Bunga Kecil Pada RDG Pekan Depan
JawaPos · 15 September 2026 pukul 21.16
Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$146,5 M per Agustus 2026
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.13
Cadangan Devisa Agustus Naik USD1,2 Miliar Ditopang Utang Luar Negeri
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 11.50