Lawan Aset Amerika, BI Ungkap Strategi Gaet Modal Asing
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339447/original/025074400_1788415761-email-attachment_2026_09_03_ariefhakim-at-klyid_bos-bi-singgung-kekuatan-ri-meski-pertumbuhan-ekonomi-kalah-dari-vietnam_1000428806.jpg)
Bank Indonesia (BI) menerapkan kebijakan insentif biaya lindung nilai (hedging) untuk menarik aliran modal asing dan menandingi daya tarik aset Amerika Serikat yang dipicu kondisi suku bunga tinggi (higher for longer). Strategi ini mengalihkan fokus dari sekadar kenaikan BI-Rate menjadi kebijakan yang lebih terukur melalui diskon biaya transaksi swap atau Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
Investor yang menanamkan modal pada Surat Berharga Negara (SBN) atau Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) akan mendapatkan potongan biaya yang lebih besar untuk tenor jangka panjang, hingga satu tahun. Langkah ini bertujuan meningkatkan pasokan dolar AS di pasar domestik guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Optimisme BI didukung oleh surplus neraca perdagangan Juli 2026 dan defisit transaksi berjalan yang stabil di level 1,46%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 23 September 2026 pukul 17.02
BI Perbesar Insentif Hedging hingga 30 Persen untuk Stabilkan Rupiah
kumparan · 23 September 2026 pukul 16.52
Bank Indonesia Beberkan Alasan Pertahankan Suku Bunga 5,75%
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32
BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Ini Alasannya
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 16.31
Rupiah Lesu ke Level Rp17.818 per Dolar AS Sore Ini
Berita terkait
Bank Indonesia Menahan BI Rate 5,75% di Tengah Tekanan Eksternal
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 14.35
Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah!
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.25
Rupiah menguat seiring potensi BI tahan suku bunga
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 10.26
Rupiah Tertekan, BI Diramal Masih Tahan Suku Bunga di Level 5,75%
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 10.18