Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

BI Buka-bukaan Cara Perkuat Rupiah Lawan Dolar AS

Nilai tukar rupiah melemah 0,33% ke level Rp 17.825 per dolar AS pada 23 September 2026, dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Bank Indonesia (BI) menyiapkan langkah untuk memperkuat rupiah, termasuk memperluas transaksi underlying pendanaan luar negeri yang mendapat insentif pengurangan premi. Awalnya hanya mencakup portfolio inflow, kini juga meliputi pinjaman luar negeri bank dan foreign direct investment (FDI). Langkah ini terbukti efektif memperkuat rupiah pada Agustus hingga pertengahan September, meski rupiah kembali melemah pada 22 September 2026 hingga Rp 17.855 per dolar AS, atau melemah 0,78% dibandingkan akhir Agustus 2026.

Gubernur BI, Dewi Resdyar (dikutip sebagai Desrty Damayanti), menjelaskan peningkatan insentif untuk instrumen swap beli lindung nilai konvensional. Premi yang sebelumnya 12,5% untuk semua tenor kini disesuaikan: 15% untuk 3 bulan, 20% untuk 6 bulan, dan 25% untuk 12 bulan. Untuk Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), premi naik dari 15% ke 25% untuk 6 bulan dan 30% untuk 12 bulan. BI juga memperluas insentif Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra, termasuk tambahan premi 10% untuk swap beli atau jual lindung nilai kepada BI, dan pengurangan premi DNDF jual lindung nilai 10%.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait