BI Dorong Pembayaran Antarnegara lewat QRIS, Face Payment, dan LCT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan digital antarnegara melalui tiga langkah utama: perluasan QRIS antarnegara, pengembangan pembayaran berbasis wajah (face payment), dan penguatan transaksi mata uang lokal (LCT). QRIS antarnegara diharapkan mempermudah transaksi lintas negara, sementara face payment dikembangkan bersama empat negara ASEAN plus India melalui sistem BI-Fast dengan biaya Rp 2.500 per transaksi 24/7. Penguatan LCT meliputi kerja sama dengan tujuh negara (China, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, UAE, Singapura) dan akan diperluas ke India, Filipina, dan Hong Kong. Hingga Januari-Agustus 2026, transaksi LCT Indonesia mencapai ekuivalen USD 49,4 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan 2025 (USD 25,7 miliar).
Bagikan
Berita terkait
Gubernur BI: Volume transaksi pembayaran digital tumbuh 40,36 persen
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 16.38
Bayar Pakai QR Sekarang Ada Biayanya di Negara Ini, Warga Teriak
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 19.00
Wajah Baru Rupiah di Tangan Gen Z
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 23.00
BI Catat Transaksi QRIS Tumbuh 82,42 Persen pada Juli 2026
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 18.20