Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

BI fokus jaga kepercayaan seiring pesatnya pembayaran digital

Bank Indonesia (BI) menyatakan fokus utamanya kini pada menjaga kepercayaan masyarakat seiring pesatnya penggunaan pembayaran digital, sebagaimana tercermin dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Fase ini merupakan lanjutan BSPI 2025 yang sebelumnya menekankan pada inklusi. Direktur-Kepala Grup Kebijakan dan Strategi Inovasi dan Digitalisasi Data BI, Agung Bayu Purwoko, menjelaskan bahwa upaya menjaga kepercayaan dilakukan melalui inisiatif terkait integritas dan kolaborasi dengan otoritas serta industri. BI juga mendorong penyedia jasa sistem pembayaran untuk meningkatkan kapabilitas deteksi penipuan agar ekosistem yang sudah tinggi digitalisasinya tetap aman.

Dalam perkembangannya, BI mencatat jumlah merchant QRIS di Indonesia tumbuh pesat dari kurang dari 2 juta pada 2019 hingga hampir 50 juta saat ini. Pengembangan QRIS, BI-FAST, dan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) bertujuan meningkatkan interoperabilitas antar-pelaku sistem pembayaran agar transaksi tidak terbatas pada ekosistem masing-masing. Agung menekankan pentingnya gotong royong agar transaksi dapat berlangsung lintas ekosistem, terutama mengingat proyeksi transaksi off-us (antarpenyedia jasa pembayaran) yang terus meningkat hingga 2030.

Seiring integrasi sistem pembayaran yang semakin dalam, BI menyadari munculnya tantangan baru terkait identitas dan risiko penipuan. Pada 2020, transaksi off-us masih sekitar 22 persen, namun dengan berkembangnya QRIS, persentase ini naik signifikan hingga sekitar 40 persen. Oleh karena itu, penguatan integritas dan kolaborasi dalam menangani penipuan menjadi semakin penting untuk menjaga kepercayaan publik di tengah digitalisasi yang terus berkembang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait