BI Jaga Likuiditas, Uang Primer Tumbuh 18,3% pada Juli 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4772483/original/014135500_1710408884-20240314-BI_Siapkan_Ketersediaan_Uang_Cash-ANG_2.jpg)
Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di kisaran 5,75% pada Agustus 2026 untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi. Keputusan ini juga mencakup penahanan Deposit Facility pada 4,75% dan Lending Facility pada 6,50%. BI menyatakan bahwa likuiditas perekonomi tetap terjaga, tercermin dari pertumbuhan M0 sebesar 18,3% dan M2 sebesar 8,7% pada Juli 2026. Pertumbuhan M0 didorong oleh peningkatan giro bank umum di BI (22,4%) dan uang kartal (15,1%). Sementara itu, pertumbuhan M2 dipengaruhi oleh ekspansi kredit perbankan dan tagihan bersih pemerintah. BI menekankan komitmennya untuk terus memperkuat kebijakan likuiditas guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai 5,29% yoy, sedikit melambat dari 5,61% pada kuartal I-2026. BI juga menilai berbagai risiko global seperti konflik di Timur Tengah dan pengetatan kebijakan moneter AS dalam menetapkan kebijakan suku bunga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.40
Uang Primer Tumbuh Subur, BI Komitmen Jaga Kecukupan Likuiditas Pasar
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.22
Uang Beredar Tembus Rp10.371 T hingga Juli 2026
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 15.05
BI: Uang beredar M2 Juli 2026 tumbuh 8,3 persen capai Rp10.371,1 T
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 21.23
Uang Beredar Tumbuh 18,3 Persen, BI Dorong Ekonomi Tetap Bergerak
Berita terkait
BI Catat Uang Primer Rp2.281 Triliun, Tumbuh 16,3% pada Agustus
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 10.48
Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp 10.371 T per Juli 2026, BI Ungkap Pemicunya
JawaPos · 23 Agustus 2026 pukul 09.47
BI: Uang Beredar M2 Juli 2026 Tumbuh 8,3 Persen Capai Rp10.371,1 Triliun
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 17.45
BI catat uang primer tumbuh 18,3 persen pada Juli 2026
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 19.07