BI Kurangi Intervensi di Pasar Valas, Maksimalkan Instrumen Lain Jaga Rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia mengurangi intervensi langsung melalui transaksi spot di pasar valas dari dominan ke 30 persen dari total intervensi. Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan transaksi spot lebih mahal, sehingwa BI beralih ke instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk menjaga stabilitas rupiah. Penguatan sektor eksternal Indonesia melalui peningkatan ekspor dan penarikan investasi menjadi solusi struktural, bukan hanya intervensi moneter. BI juga menerapkan kebijakan insentif biaya hedging sementara untuk memfasilitasi investasi asing dan mengurangi tekanan nilai tukar.
Bagikan
Berita terkait
Breaking! Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.02
Rupiah Tertekan di Awal Perdagangan, Dekati Level Psikologis ke Rp18.000 per USD
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 09.10
Kurs Rupiah Melorot Terus, BI Atur Ulang Strategi Stabilitas Mata Uang Garuda
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 09.00
BI Pangkas Intervensi Rupiah di Pasar Spot, Kini Tinggal 30 Persen
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 07.52