Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Tertekan di Awal Perdagangan, Dekati Level Psikologis ke Rp18.000 per USD

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah tipis 0,03% di pembukaan perdagangan Selasa (29/9/2026), berada di Rp17.970 dan semakin mendekati level psikologis Rp18.000. Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan berfluktuasi dan berakhir melemah di kisaran Rp17.900-Rp17.950. Tekanan utama berasal dari harga minyak dunia yang tetap di atas US$90 per barel, melebihi asumsi Indonesia Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 sebesar US$70 per barel. ICP pada Juli mencapai US$81,68 per barel, dan jika harga minyak bertahan di US$90-100 per barel selama beberapa bulan, tekanan fiskal akan semakin meningkat. Setiap kenaikan ICP sebesar US$1 per barel dapat meningkatkan belanja negara sekitar Rp10,3 triliun dan memperlebar defisit hingga Rp6,8 triliun. Pemerintah memiliki opsi seperti penambahan subsidi, realokasi belanja, atau penyesuaian harga energi untuk mengelola dampak ini. Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75% untuk menstabilkan rupiah, sementara cadangan devisa yang solid di US$146,5 miliar diharapkan mendukung upaya stabilisasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait