BI Rate Masih Tinggi, Bank Danamon Evaluasi Target Bisnis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786089/original/073203300_1711511148-IMAGE-1.jpg)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengevaluasi target bisnis hingga 2026 karena BI Rate masih tinggi dan dinamika rupiah. CFO Theresia Adriana menyatakan strategi ditinjau berkala untuk menyesuaikan dengan kondisi makroekonomi, dengan fokus pada sinergi grup MUFG, peningkatan pendapatan berbasis komisi, dan diversifikasi sumber pendapangan. Bank Danamon berupaya meredam tekanan biaya dana di tengah suku bunga tinggi.
Pada semester I-2026, laba bersih Danamon turun 33% year-on-year menjadi Rp 2,4 triliun. Penurunan ini terjadi di tengah transformasi dan pembentukan perusahaan induk keuangan operasional bersama MUFG, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas aset. Perseroan tetap melihat peluang pertumbuhan meski dalam ketidakpastian ekonomi.
Presiden Direktur Nobuya Kawasaki menegaskan komitmen kolaborasi dengan pemangku kepentingan dan mitra untuk menyediakan solusi keuangan holistik yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan, sebagai bagian dari strategi jangka panjang grup.
Bagikan
Berita terkait
Kadin Nilai BI Tahan Suku Bunga 5,75% Bisa Bantu Dunia Usaha Berkembang
kumparan · 24 September 2026 pukul 14.45
IHSG Anjlok Lebih dari 1%, Ini Penyebabnya
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 11.43
IHSG Melesat 1,28% Usai BI Tahan Suku Bunga 5,75% pada September 2026
kumparan · 23 September 2026 pukul 15.33
BI Rate Tetap 5,75%
Detik.com · 23 September 2026 pukul 14.28