IHSG Anjlok Lebih dari 1%, Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IHSG turun 1,04% menjadi 6.308,39 pada perdagangan Kamis, 24 September 2026. Penyebab utama adalah koreksi sektor material dasar (-1,6%), real estate (-1,2%), dan utilities (-1,1%). Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), Amman Mineral (AMMN), Bayan Resources (BYAN), dan BRI (BBRI) adalah saham pemberat. Volume perdagangan 15,51 miliar saham dengan nilai Rp5 triliun. Keputusan BI Rate tetap 5,75% pada 22-23 September 2026 menahan suku bunga dalam tiga pertemuan berturut-turut. Lonjakan yield US Treasury 10 tahun menjadi 5,11% (tertinggi 2007) dan indeks dolar memicu ketakutan akan dampak pada IHSG.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 23 September 2026 pukul 15.33
IHSG Melesat 1,28% Usai BI Tahan Suku Bunga 5,75% pada September 2026
kumparan · 24 September 2026 pukul 14.45
Kadin Nilai BI Tahan Suku Bunga 5,75% Bisa Bantu Dunia Usaha Berkembang
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 09.13
IHSG Dibuka Merah, Turun 0,16% ke Level 6.364,97
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 07.54
IHSG Tembus 6.300, Berpotensi Terkoreksi ke Level 6.200
Berita terkait
Video: Jika Bunga The Fed Akhir Tahun Naik, Ini Efeknya ke IHSG-Rupiah
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 15.46
IHSG Diproyeksi Terkoreksi, Investor Cermati Sinyal Hawkish The Fed
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 07.04
Setelah Dua Hari Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 09.21
Breaking! IHSG Anjlok 1% ke Level 6.311
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 11.26