BI Sebut Teknologi Harus Diarahkan agar Tidak Perluas Kesenjangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono dalam Konferensi The Future of Central Banking di Bali (26-27 Agustus 2026) menyatakan perkembangan teknologi harus dirancang inklusif untuk menghindari memperlebar kesenjangan. Ia menekankan pentingnya sinergi kebijakan lintas otoritas serta kolaborasi internasional guna mengatasi disrupsi teknologi, perubahan iklim, dan fragmentasi geoekonomi. Thomas menyatakan stabilitas ekonomi dan keuangan adalah fondasi inovasi, sementara bank sentral berperan sebagai penjaga stabilitas makrofinansial melalui pengembangan CBDC, tokenisasi, aset digital, dan AI. Tantangan ekonomi tidak dapat diselesaikan sendiri, memerlukan kerja sama antarotoritas domestik dan international serta jaringan pengaman keuangan kawasan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 23.07
Hadir di AIIF 2026, DWC Perkenalkan Perangkat AI-Ready Buatan Lokal
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 19.26
UC Jakarta Beroperasi September 2026, Perkuat Pendidikan Berbasis Entrepreneurship
Berita terkait
Indonesia Sustainability 360 Forum 2026 Dorong Kolaborasi Percepat Ekonomi Hijau
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 01.29
Teknologi Baterai Baru Bisa Simpan Daya Berhari-hari Sekali Cas
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 08.16
Bill Gates Peringatkan Badai PHK Pekerja Kantoran hingga Buruh
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 06.45
Calon Deputi Gubernur BI Anwar Bashori: Rupiah Digital Belum Urgen
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 20.10