Calon Deputi Gubernur BI Anwar Bashori: Rupiah Digital Belum Urgen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) M. Anwar Bashori menyatakan bahwa pembentukan rupiah digital berbasis Central Bank Digital Currency (CBDC) belum urgen diterapkan di Indonesia. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh heterogenitas penggunaan mata uang rupiah yang masih tinggi, termasuk perbedaan infrastruktur digital antar pulau dan rendahnya edukasi keuangan di sejumlah wilayah. "CBDC sepertinya untuk saat ini urgensinya belum karena heterogenitas kita yang luar biasa," katanya saat uji kelayakan di DPR pada Kamis (27/8/2026). Anwar juga menekankan bahwa BI masih menghabiskan 90% anggaran tahunannya hanya untuk mengganti uang lusuh di wilayah tertentu karena belum meratanya layanan keuangan di seluruh Indonesia. Karena itu, rupiah digital saat ini hanya masuk tahap kajian, bukan implementasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 17.41
Jalani Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur BI, Anwar Bashori Tawarkan Konsep 5M
Berita terkait
BI Hadapi Tantangan Baru: Bukan Cuma Inflasi, Tapi Kripto hingga CBDC
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 13.31
Profil Destry Damayanti dan dua Dewan Gubernur BI periode 2026-2031
ANTARA News · 27 Agustus 2026 pukul 20.25
Komisi XI DPR Setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI 2026-2031
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 19.15
BI: Ekonomi RI pada 2027 berpotensi capai 6 persen dengan tiga syarat
ANTARA News · 27 Agustus 2026 pukul 19.13