BI Sudah Salurkan Insentif Rp 118 T untuk Sektor Perumahan hingga September 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) telah salurkan insentif Rp 118 triliun untuk sektor perumahan hingga September 2026 melalui Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM). Dana ini diterima 111 bank dengan plafon 1,4% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga Agustus 2026, pangsa kredit perumahan, real estate, dan konstruksi mencapai 18,9% dari total kredit perbankan. BI juga memperlonggarkan loan to value (LTV) KPR hingga 100% dan memperkuat pembiayaan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah melalui Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM), naik dari 27,8% (2023) ke 29% (2025). Pemerintah mencanakan 278.868 unit rumah subsidi pada 2025. Penyaluran KPR komersial baru mencapai 115.927 unit dengan nilai Rp 68,35 triliun dari April 2025 hingga Juli 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 16.23
Keseruan BNI wondrX 2026 Berlanjut di Online Expo, Temukan Beragam Penawaran hingga Akhir Tahun
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 14.39
Destry sebut insentif likuiditas makroprudensial BI dukung perumahan
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 12.57
Bos BI-Menteri Ara Bahas Dukungan Program Perumahan, Ini Hasilnya
Berita terkait
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 12.32
Danantara Housing Expo Diserbu 40.000 Pengunjung, Raup Transaksi Rp2 T
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 15.16
Maruarar Incar BI Longgarkan Lagi Kebijakan Moneter, Ini Permintaannya
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 18.20
Pemerintah Ngebut Kejar Target FLPP 350.000 Rumah
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 19.41