Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

BI Telah Guyur Insentif Rp 461,2 T ke Perbankan hingga Awal September 2026

Bank Indonesia (BI) telah mengalokasikan insentif sebesar Rp 461,2 triliun ke sektor perbankan melalui Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) hingga pekan pertama September 2026. Insentif ini terdiri dari KLM Financing Channel sebesar Rp 338,27 triliun dan KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU) sebesar Rp 123 triliun. Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan hal ini dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta. Likuiditas penyaluran kredit perbankan dinilai masih melimpah dan aman, didukung pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 0,94 persen secara tahunan. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2026 tetap terjaga di kisaran 8–12 persen, sementara ketahanan perbankan dijaga kuat. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan nasional mencapai 23,84 persen pada Juli 2026, menunjukkan kondisi yang sangat sehat. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah, yakni 2,1 persen secara bruto dan 0,81 persen secara neto per Agustus 2026. Rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) juga stabil di level 23,04 persen. BI menyatakan akan terus mengoptimalkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit dan pembiayaan demi mendukung pertumbuhan ekonomi, sambil menjaga stabilitas sistem keuangan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait