Gubernur BI Baru Dilantik, Menkeu Minta KSSK Lebih Jeli dan Pertajam Indikator Likuiditas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mempertajam instrumen penilaian likuiditas perbankan agar lebih akurat dan tidak kecolongan. Hal ini disampaikan usai dilantiknya Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. Purbaya menyatakan instrumen yang ada seperti AL/NCD dan AL/DPK belum cukup mencerminkan kondisi riil perbankan. Ia menekankan perlunya pengembangan tools baru yang dapat mendeteksi tantangan likuiditas sejak dini. Purbaya mengakui dirinya sebelumnya terlambat menilai situasi karena mengandalkan indikator yang kurang komprehensif. Ia berharap KSSK dapat meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan semua pihak terkait. Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi juga mendukung peningkatan kerja sama antara OJK, BI, Kementerian Keuangan, dan LPS dalam kerangka KSSK. Tujuannya agar sistem keuangan nasional lebih stabil dan responsif terhadap dinamika pasar. Koordinasi yang erat dianggap penting untuk mencegah krisis likuiditas yang dapat berdampak luas pada ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 21.20
Menkeu harap KSSK makin jeli nilai ekonomi usai BI punya Gubernur baru
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 22.00
Purbaya Kritik Indikator Ini: Bank Kurang Uang Saja Tak Tahu
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 18.27
Destry Resmi Jadi Gubernur BI, Purbaya Yakin Koordinasi dengan Pemerintah Makin Sinkron
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 17.24
Purbaya Ngaku Sempat Lalai Awasi Likuiditas Bank, Tak Lagi Mau Lengah!
Berita terkait
Destry Damayanti Sah Jadi Gubernur BI, Ini Harapan Purbaya dan Bos OJK
Detik.com · 2 September 2026 pukul 16.46
Bank Indonesia Borong SBN Rp236,7 Triliun hingga Agustus 2026
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 20.18
OJK dukung penguatan SMV dalam menjaga stabilitas sistem keuangan
ANTARA News · 29 Agustus 2026 pukul 13.08
BI: Yield SRBI tenor panjang melandai ke 7 persen di lelang pekan ini
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 19.46