Biaya Tenaga Kerja RI Masih Kompetitif, Jadi Modal Tarik Industri Manufaktur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Biaya tenaga kerja Indonesia masih kompetitif untuk industri manufaktur, terutama di luar Jabodetabek. Gagat Prijawan, Ketua GIAMM, menyatakan biaya tenaga kerja di luar Jakarta lebih murah dibanding negara lain, menjadi modal utama daya saing. Produktivitas tenaga kerja tidak rendah secara inheren, melainkan dapat ditingkatkan melalui pendidikan, pelatihan, metode kerja, dan mesin yang sesuai. Dengan kombinasi biaya tenaga kerja kompetitif, kapasitas manufaktur, dan komponen industri yang sudah berkembang, Indonesia mampu memperkuat posisi dalam rantai produksi global. Ekspor mobil Indonesia mencapai 500.000 unit pada tahun lalu, tidak termasuk komponen otomotif.
Bagikan
Berita terkait
Kemenperin Gelar Industrial Festival 2026, Ajak Anak Muda Jadi Pelaku Industri
kumparan · 18 September 2026 pukul 20.00
Kemenperin Genjot Edukasi Industri buat Anak Muda, Begini Caranya
Detik.com · 18 September 2026 pukul 15.45
Pasokan Gas Terbatas, 6 Pabrik Keramik Mulai Hentikan Produksi
kumparan · 15 September 2026 pukul 17.46
OECD: Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia Baru Seperlima Negara Maju
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 09.15