Bikin Salfok! Utusan Israel Malah Sibuk Bikin 'Daftar Hitam' Negara yang Walk Out Saat Pidato Netanyahu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Suasana Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York diganggu aksi walk out sejumlah delegasi saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidatonya pada Kamis (24/9). Delegasi termasuk Brasil meninggalkan ruang sidang sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Israel dalam konflik Palestina. Sorakan dan teriakan 'Palestina Merdeka' terdengar ketika Netanyahu berada di podium. Sebelum memulai pidatonya, Netanyahu menyebut para delegasi yang keluar sebagai 'pengecut moral'. Aksi ini tidak berkali pertama terjadi; pada 2024, delegasi juga melakukan walk out serupa saat Netanyahu berpidato di tengah perang Israel di Gaza. Konflik ini berlangsung sejak Oktober 2023 dan masih berlanjut. Di sisi lain, diplomat AS dan Israel serta sebagian peserta lain tetap duduk dan memberi tepuk tangan kepada Netanyahu. Peristiwa ini memperlihatkan perbedaan sikap kuat di antara negara-negara peserta terkait isu Israel dan Palestina dalam forum multilateral PBB.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 25 September 2026 pukul 21.17
Hampir 70 Negara Walk Out Saat Netanyahu Pidato di PBB, Termasuk Saudi-Spanyol
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 21.07
Delegasi Indonesia Walk Out saat Netanyahu Pidato di PBB, Kemlu: Solidaritas kepada Rakyat Palestina
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 19.00
Jazuli Apresiasi Walk Out Delegasi RI Saat Netanyahu Hendak Berpidato di Sidang Umum PBB
Detik.com · 25 September 2026 pukul 06.51
Delegasi Indonesia Ikut Walk Out saat Netanyahu Pidato di PBB
Berita terkait
Keputusan Indonesia Walk Out Dari Sidang PBB Berujung Sindiran Menohok PM Israel
Warta Ekonomi · 26 September 2026 pukul 04.00
Netanyahu Sebut Qatar-Turki Sebar Kebohongan Soal Israel: Erdogan Adalah Tiran!
kumparan · 25 September 2026 pukul 05.29
Delegasi Sejumlah Negara Walk Out, Netanyahu Masih Sempat Meledek
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 05.27
Mamdani Respons Pidato Netanyahu: Kebohongan Tak Ubah Surat Perintah Penangkapan
kumparan · 25 September 2026 pukul 05.00